Tarian Tradisional Papua

Mengenal Tarian Tradisional Papua yang Populer

Tarian Tradisional Papua – Papua merupakan salah satu provinsi terluas Indonesia, yang dulunya kita kenal dengan nama Irian Jaya, namun sejak tahun 2003 Irian Jaya di bagi menjadi 2 Provinsi dengan sebelah timur tetap menggunakan nama provinsi papua sedangkan baratnya menjadi Provinsi Papua Barat. Meski begitu, tarian tradisional yang telah di wariskan oleh nenek moyang tetap menjadi satu untuk sementara waktu menurut keputusan SENBUD.

Untuk budaya tarian tradisional, Provinsi papuan dan Papua barat ternyata memiliki beberapa tarian tradisional yang terkenal di Indonesia maupun mancanegara. beberapa diantaranya mungkin anda telah melihatnya di berbagai stasiun televisi pada era 90-an.

Macam-Macam Tarian Tradisional Papua yang Populer

1. Tari Musyoh

Tari Musyoh Papua
Tari Musyoh Papua

Teri musyoh merupakan salah satu tarian tradisional papua yang sakral, tarian ini biasa di gunakan untuk menenangkan arwah suku adat papua yang meninggal akibat kecelakaan maut dan diperkirakan kalau arwahnya tidak tenang, sehingga dengan dilaksanakanna tarian ini bisa membuat arwah orang tersebut menjadi tenang.

Biasanya tarian ini dilakukan oleh sekelompok penari pria, Jika kita melihat dari unsur gerakannya, tarian ini mencerminkan suku papua yang lincah dan energik. Kostum yang digunakan pada tarian ini biasanya pakaian adat Papua yang terdiri dari Koteka, Rok rumbai dan berbagai peralatan perang seperti tameng dan tombak. Sedangkan alat musik yang digunakan untuk mengirinya adalah tifa, alat musik tradisional papua ini mirip dengan gendang yang di mainkan dengan cara memukul.

Baca juga : Tarian Tradisional Dari Bali Yang Paling Populer

2. Tari Sajojo

Tari Sajojo Papua
Tari Sajojo Papua yang di Mainkan Oleh TNI Memukau Warga Lebanon

Tari Sajojo merupakan salah satu tarian yang cukup terkenal di papua, tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan yang bisa ditarikan oleh siapa saja baik pria maupun wanita, tua maupun muda dengan jumlah penari yang sangat banyak. Konon, tarian ini sudah ada semenjak tahun 1990-an. Karena gerakannya yang sangat khas dan penuh dengan keceriaan, tarian ini menjadi terkenal dan berkembang pesat dikalangan penduduk Papua hingga sekarang.

Mengapa dinamakan Sajojo? Nama Sajojo diambil dari lagu yang digunakan untuk mengisi tarian ini yaitu lagu Sajojo. Lagu ini sendiri merupakan salah satu daerah Papua yang menceritakan seorang gadis yang diidolakan dan cintai didaerahnya. Walau gerakan tariannya tidak terlalu menggambarkan lirik lagu tersebut, tapi irama dalam lagu tersebut yang penuh dengan keceriaan sangat cocok dengan tarian tradisional Sajojo.

Untuk kostum yang digunakan dalam tarian Sajojo hampir sama dengan tarian tradisional papua lainnya, yang biasa terbuat dari akar dan daun. Namun, seiring dengan perkembang zaman kostum adat papua kini sudah dikreasikan dengan kain agar terlihat lebih menarik.

3. Tari Yospan

Tari Yospan Papua
Tari Yospan Papua

Tari Yospan adalah jenis tarian Kontemporer yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan pada kaum muda-mudi Biak Numfor, Hal ini terlihat dengan gerakannya yang sangat energik. Tarian Yospan sendiri berasal dari gabungan dua tarian tradisional rakyat papua yaitu Yosim dan Pancar.

Gerakan tarian Yospan yang loncat-loncat, jalan-jalan, memutar dan sebagainya terinspirasi dari pertunjukan akrobat pesawat jet tempur MiG buatan rusia yang di pacu oleh pilot-pilot Indonesia pada saat itu, sekitar 1960-an.

Tarian Yospan sekarang ini telah mengalami berbagai perubahan yang membuatnya lebih kaya dan bervariatif. Tarian Yospan sendiri tidak berpatok pada jumlah penari, namun pada dasarnya tarian ini biasanya ditarikan secara massal degan diiringi oleh musik tradisional Papua.

Baca Juga : Tarian Tradisional Kalimantan Barat

4. Tari Selamat Datang

Tari Selamat Datang Papua
Tari Selamat Datang Papua

Tarian Selamat Datang merupakan tarian penyambutan, yang biasa digunakan untuk menyambut tamu kehormatan atau tamu penting yang berkunjung di Papua. Tari Selamat Datang ini biasanya dibawakan oleh penari Pria dan wanita.

Tarian ini sangat terkenal dan menjadi tarian kebanggaan daerah Papua. Dengan gerakannya yang khas, enerjik dan tentunya kaya akan niliai-nilai estetika didalamnya. Meski belum ada informasi tentang sejarah singkatnya, namun tarian ini sudah lama digunakan dan sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Papua.

Kostum yang digunakan pada tarian selamat adalah kostum adat Papua, yang dilengkapi dengan beberapa atribut masyarakat papua seperti senjata tradisional.  Alat musik yang digunakan adalah tifa.

5. Tari Perang

Tarian Tradisional Papua
Tari Perang, Salah satu Tarian Tradisional Papua

Tari perang merupakan salah satu tarian tradisional Papua yang berasal dari papua barat. Tarian ini memiliki makna jiwa kepahlawanan dan kegagahan rakyat Papua yang biasa dibawakan oleh laki-laki dengan pakaian adat tradisional beserta perlengkapan perang. Tarian ini digelar ketika kepala suku memerintahkan untuk berperang, karena tarian ini mampu mengobarkan semangat.

Tari perang diangkat dari kisah zaman dulu yang sering terjadi peperangan antar suku Sentani dan suku-suku lainnya. Kemudian para leluhur membuat tarian ini dengan tujuan memberikan semangat para pasukan Papua. Seiring perkembangan zaman tarian ini tetap dilestarikan meski peperanganpun sudah tidak ada lagi.

Sekarang ini, tarian perang hanya digunakan sebagai simbolik untuk menghargai para leluhur yang telah berjasa untuk melindungi daerah Papua. Tarian ini biasa dibawakan oleh 7 orang atau lebih dan diiringan dengan alat musik kerang, tifa dan gendang. Tariannya pun cukup energik dan menampilkan beberapa gerakan perang seperti memanah, loncat, mengintip musuh, dan lain-lain.

Baca juga : Tarian Tradisional Jambi Dan Keterangannya

6. Tari Suanggi

Tari Suanggi Papua
Tari Suanggi Papua

Tari Suanggi salah satu tarian dari Papua tepatnya di Papua Barat, Tarian ini mengisahkan seorang suami yang ditinggal mati oleh istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian). Tarian tradisional yang satu ini merupakan bentuk ekspresi masyarakat Papua Barat tentang kekentalan nuansa magis didaerah tersebut.

Nama dari ‘Suanggi’ sendiri mengandung arti roh jahat, konon roh tersebut memiliki sebuah janji yang belum ditebus semasa ia hidup, sehingga ia menjadi roh penasaran ketika ia meninggal. Roh tersebut akan memasuki jiwa perempuan yang masih hidup dan mencelakakan orang lain. Bila dilihat dari gerakannya, tarian ini seperti ritual, seperti seorang dukun yang akan menyembuhkan penyakit pasiennya.

Save

Save

Save

Save