Wednesday, 16 April 2014

Tarian Tradisional Korea

Tarian Tradisional Korea – Ilmu sejarah itu sangat penting apalagi mengenai negara lain yang berbeda dengan budaya negara kita. Setiap negara memiliki budaya tersendiri, seperti negara korea, negara gingseng tersebut sangat menghormati budaya yang mereka pelihara sampai sekarang ini, sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Kita akan mengenal tentang Tarian Tradisional Korea untuk menambah wawasan budaya kita.

Untuk tarian tradisional korea membagi menjadi 2 kategori yaitu Tarian Tradisional Istana dan Tarian Tradisional Rakyat, menurut sejarah yang bekembang di korea dahulu kala orang korea sangat gemar melakukan tarian, untuk memuja para dewa dan untuk kesenangan hati. Dalam sejarah tarian yang dibawakan oleh orang korea selalu identik dengan selendang panjang dan ada pepatah Korea yang berbunyi, ”Seseorang yang memiliki selendang panjang adalah penari yang bagus dan seseorang yang memiliki banyak uang adalah pedagang yang sukses ”

Apa saja tarian tradisional korea yang bisa kita ketahui, karena dahulu korea merupakan sebuah kerajaan yang saling berganti rajanya maka kita akan mengetahui dari mulai jaman sejarah dahulu, namun hanya sedikit tarian yang bisa kita ketahui pada jaman tiga kerajaan

Jaman Kerajaan Goguryeo (37 SM-668 M)

Tarian yang kita bisa ketahui pada zaman kerajaan Goguryeo adalah ditemukan lewat lukisan dinding bernama Muyongchong (Makam Penari) dari abad ke-5 sampai 6 Masehi. Lukisan dinding Muyongchong memperlihatkan 5 orang penari mengenakan kostum dengan selendang tangan yang panjang sambil berbaris dan mengangkat tangan. Tujuh orang penyanyi laki-laki dan perempuan digambarkan berada di bagian bawah lukisan. Li Bai, seorang penyair Cina yang terkenal menuliskan puisi tentang tarian Goguryeo pada saat dipentaskan di istana Dinasti Tang, yang berbunyi:

Mengenakan mahkota emas, sang penari,
Seperti kuda putih, berputar dengan gemulai
Selendang putihnya berkibar melawan angin,
Seperti burung, dari Laut Timur

zaman Kerajaan Baekje

Kerajaan Baekje memberikan warisan tarian tradisional kepada korea berupa tarian Takmu, yaitu tarian untuk musim tanam yang ditampilkan pada bulan mei sampai oktober, tarian ini merupakan asal mula tarian kesenian Nongak atau musik petani, Tarian Takmu adalah tarian yang dilakukan secara berkelompok dan diikut oleh semua warga desa yang menggunakan alat musik. Disamping itu ada seniman Baekje yang bernama Mimaji berkunjung kejepang dan memperkenalkan kesenian Giak ke jepang dan sampai sekarang kesenian tersebut masih di pentaskan di Korea dan Jepang dalam bentuk Tarian Topeng.

zaman Kerajaan Silla

Warisan budaya tari yang bisa di berikan oleh kerajaan silla kepada korea  antara lain Geommu (tari pedang) dan Cheoyongmu (tari Cheoyong). Keduanya berasal dari tari rakyat namun diperkenalkan ke istana sehingga memikat banyak orang dari kedua kelas. Jenis tarian lain yang masih hidup saat ini antara lain Muaemu (tari biksu Wonhyo), Saseonmu (tari empat dewa), dan Seonyurak (tari pesta perahu). Geommu, Cheoyongmu, dan Muaemu adalah tarian yang bernuansa patriotisme dan semangat, sementara Saseonmu dan Seonyurak lebih bertema harapan akan perdamaian.

Dinasti Goryeo (918-1392)

Pada dinasti ini kesenian termasuk tarian masih mengikut pada masa kerajaan Silla, itu terlihat banyak tarian seperti Palgwanhoe dan Yeondeunghoe di gunakan secara meriah pada masa ini dan menjadikan perayaan yang penting bagi masyarakat korea, walaupun antara dikorea menganut agama budha tetapi banyak yang menganut ajaran shamanisme, tetapi tarian yang dibawakan seperti Palgwanhoe merupakan perpaduan unsur  dua agama tersebut.

Musik yang dimainkan dalam ritual agama Buddha dinamakan Beompae dan tariannya dinamakan Jakbeop, terutama dipentaskan untuk mendoakan arwah orang mati. Tarian Jakbeop (Jakbeop-mu) sebagian besar ditampilkan dalam bagian shikdang-jakbeop pada Yeongsanjae, upacara agama Buddha Korea yang paling besar. Jakbeopmu mencerminkan ritual Shamanisme yang dilakukan untuk menentramkan jiwa orang mati dan mengirimkannya ke surga.

Dinasti Joseon

Pada masa Dinasti Joseon masyarakat korea menganut paham Konfusianisme dan kehidupan masyarakat berubah dari aristokratik menjadi birokratik. Karena paham Konfusianisme dalam pemerintahan Joseon mencakup aspek ritual (ye) dan musik (ak), maka raja ikut mendukung bidang seni dan kebudayaan. Hasilnya adalah berkembang pesatnya tari-tarian istana dengan jumlah yang diciptakan mencapai 36 jenis sehingga totalnya jika digabungkan dengan tarian dari masa sebelumnya hingga akhir dinasti, mencapai 53 jenis. Perkembangan pesat dalam seni tari dan musik dimaksudkan untuk memperkuat fondasi dinasti dan sebagai harapan akan kesejahteraan bangsa dan negara. Di awal periode ini, Raja Sejong mulai bertanggung jawab mengelola bidang seni musik dan tari Joseon. Banyak karya musik dan tari diciptakan dan pada masa pemerintahannya tidak hanya repertoar musik menjadi semakin bervariasi, namun untuk pertama kalinya beberapa tarian dikombinasikan menjadi pertunjukkan drama. Selain itu, langkah besar diambil dalam bidang musik dan tari dengan mempraktikkan ”Yin Yang dan Lima Negara” menjadi tarian baru, contohnya adalah Obang Cheoyongmu dan Jeongdaeeop.

Tarian Istana ( Gungjung Muyong )

Tarian ini sekarang sudah dipentaskan oleh para penari yang profesional khusus untuk istana dan dilakukan oleh banyak orang untuk kesenangan dan festival istana dan tarian ini ditemukan lewat makam dinding Gogureyo yang sudah ada pada jaman Tiga Kerajaan dan dilakukan sampai sekarang

mugo1 300x225 Tarian Tradisional Korea

Tarian Istana Mugo

Tarian istana 300x225 Tarian Tradisional Korea

Gainjeonmokdan

 

Tarian Rakyat Korea

Asal mula tarian ini berawal dari ritual upacara keagamaan dengan pemujaan kepada dewa dewa ( shamanisme ) dan juga tarian perayaan rakyat ketika musim panen, dengan terus di pelihara warisan budaya ini maka tarian ini selalu menyatu kesetiap aktivitas yang dilakukan masyarakat korea untuk hiburan dan kesenian bahkan acara religius

Tarian rakyat korea 300x200 Tarian Tradisional Korea

Bongsan Talchum

tarian rakyat korea1 300x199 Tarian Tradisional Korea

Buchaechum

Demikianlah Informasi tentang Tarian Tradisional Korea yang bisa kita pelajari dan menambah wawasan budaya kita tentang Negara Korea, semakin kita banyak mengetaui budaya negara lain maka kita bisa mengenal isi dunia tanpa harus mengunjunginya. Tarian Tradisional Korea

Bisnis Agen Tiket Pesawat !! Modal 500rb
Peluang Usaha Agen Tiket Pesawat Mudah, Fleksibel, Menguntungkan, Komisi besar full NTA, Realtime Bisa daftarakan Sub Agen unlimited, DAFTAR SEGERA..!!!

Related Posts to "Tarian Tradisional Korea"

Response on "Tarian Tradisional Korea"