Home » Budaya Indonesia » Tarian Tradisional Banda Aceh Yang Wajib Kamu Ketahui

Tarian Tradisional Banda Aceh Yang Wajib Kamu Ketahui

loading...

Tarian Tradisional Banda Aceh – Tarian Tradisional yang berasal dari Banda Aceh merupakan tarian yang indah dan sering mewakili Indonesia untuk tukar budaya atau kompetisi di Negara lain. Walaupun posisi Aceh berada paling ujung tetapi kreatifitas anak mudanya untuk melestarikan Tarian Tradisional sangat tinggi. Dengan tetap menjunjung misi Nasional dan Agama Tarian Tradisional Aceh sangat cantik dan menjadi tempat belajar bagi kita yang berbeda propinsi dan bahkan sebagai media belajar bagi pelajar mancanegara yang bergerak dibidang seni

Hasil karya para pendahulu kita wajib kita lestarikan supaya kelak anak cucu kita atau generasi yang akan datang mengerti bagaimana tentang sejarah Indonesia khususnya bagi pemuda dan pemudi aceh. Kemajuan teknologi dan cepatnya ilmu yang baru kita dapat membuat kita akan lupa bahwa budaya kita sesungguhnya itu bagaimana. Sebab dari itu pembelajaran dan pengenalan budaya tradisional harus di galaknya sedini mungkin biar tidak tergerus kemajuan jaman. Kita semua pasti tidak mengetahui apa saja tarian yang ada di Banda Aceh yang populer, berikut ini kita akan melihat beberapa Tarian Tradisional Banda Aceh :

Tarian Tradisional Banda Aceh Yang Wajib Kamu Ketahui

1. Tarian Saman

tarian samanTarian saman dahulu kalah di ciptakan oleh Syeh Saman sehingga diberi nama Tari Saman. Tarian ini awalnya menggunakan bahasa arab dan di gabungkan dengan bahasa aceh dengan diiringi oleh gerakan tangan, gelengan kepala, tepukan dada, tepukan di paha, angkat tangan dan dilakukan dengan banyak orang secara bersama sama, dilakukan dengan cepat dan serasi sehingga menciptakan tarian yang cantik dan indah, jangan sampai ada kesalahan gerakan karena akan terlihat sekali. Kebersamaan dan chemestry harus terjalin dengan baik, latihan yang rutin sehingga bisa menjadikan tarian ini bisa hidup walaupun dilakukan banyak orang. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011. Tarian ini disajikan ketika ada tamu undangan datang, acara penyambutan orang penting bahkan acara untuk memperingati acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

2. Tarian Tarek Pukat

Tarian Tarek PukatIde kreatif dari Tarian ini adalah para nelayan yang sedang membuat jaring ” pukat ” dan menangkap ikat di laut. Untuk menghormati kerja keras para nelayan warna negara aceh terutama daerah pesisir pantai membuat Tarian Tarek Pukat. Dilakukan oleh banyak orang dan dilengkapi dengan jaring untuk menari, seperti apa yang dilakukan ketika nelayan melempar jala. Tarian Tarek Pukat biasanya dilakukan oleh 7-9 orang wanita dan 4-5 pria sebagai pengiring. Tarian ini sederhana dan gampang dipelajari banyak orang, kebersamaan dan ketekukan dalam berlatih akan membuat tarian ini menjadi indah. Biasanya ditampilkan ketika ada acara hari besar atau lomba. Tarian tarek pukat biasanya diiringi oleh musik ”serune kala” dimana alunan musiknya sangat tradisional dan kental akan kebudayaan aceh sendiri.

3. Tarian Laweut

tarian laweutTarian Laweut bertujuan untuk bersolawat kepada Nabi Muhammad Saw dengan menggunakan gerakan tari dan dilakukan bersama sama banyak orang. Tarian ini berasal dari daerah Pidie dan kemudian berkembang pesat di seluruh Banda Aceh. Gerak tari ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada, kemudian mulai melakukan gerakan-gerakan tarian. Tari Laweut sering disebut juga dengan Tari Seudati Inong karena dilihat dari jumlah penari, gerakan-gerakannya, pola tarian, proses dan teknik dari tarian ini mirip seperti Tari Seudati. Tarian ini dilakukan oleh 8 penari dan 1 penyanyi. Sebelum sebutan laweut dipakai, pertama sekali tari ini disebut dengan Tari Akoon (Seudati Inong). Kemudian nama Laweut ditetapkan pada Pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II). Di dalam pementasan Tari Laweut ini terdapat syair yang dilantunkan selama gerakan tarian berlangsung. Syair-syair yang terdapat pada Tari Laweut mengandung pesan-pesan tersendiri seperti mengenai keimanan, kemasyarakatan, pembangunan, dan lain-lain

4. Tarian Rapai Geleng

Tarian Rapai GelengTarian ini biasanya dilakukan oleh 12 orang laki laki dengan membawa tamborin. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi.

Tarian Rapai Geleng memiliki 3 babak yaitu:

  1. Saleuem (salam)
  2. Kisah (baik kisah rasul, nabi, raja, dan ajaran agama)
  3. Lani (penutup)

ritme gerak pada tarian rapai geleng hanya terdiri dalam empat tingkatan; lambat, cepat, sangat cepat dan diam. Keempat tingkatan gerak tersebut merupakan miniatur karakteristik masyarakat yang mendiami posisi paling ujung pulau Sumatera, berisikan pesan-pesan pola perlawanan terhadap segala bentuk penyerangan pada eksistensi kehidupan agama, politik, sosial dan budaya mereka. Tarian ini hampir sama dengan tarian saman namun bedanya semua penari membawa rapai

5. Tarian Ratéb Meuseukat

Tari MeuseukatTari Ratéb Meuseukat ini diciptakan oleh anak teungku abdurrahim atau biasa dimaksud habib seunagan (nagan raya), namun syair atau rateb-nya diciptakan oleh teungku chik di saat, seorang ulama di seunagan yg hidup pada abad ke XIX. Tarian ini sangat terkenal di luar negeri karena dilihat dari kecepatan dan keindahan gerakannya. Tarian Rateb Meuseukat sering menjadi wakil Indoenesia untuk lomba tari di luarnegeri atau tukar budaya dengan negara lain. Sebagai media dakwah yang bagus dilakukan melalui tarian yang indah dan bersama dengan banyak orang. Banyak yang salah mengartikan tarian ini sama dengan tarian saman, pada kenyataanya kedua tari itu berbeda. Nama Ratéb Meuseukat datang dari bhs Arab yakni Ratéb asal kata ratib berarti ibadat serta Meuseukat asal kata sakat yg artinya diam.

Itulah 5 Tarian Tradisional Banda Aceh yang masih terpelihara dengan baik dan bisa membanggakan Negara Indonesia karena bisa menjadi wakil Indonesia di Luar Negeri. Kita sebagai generasi penerus harus terus melindungi Tarian ini agar tidak di klaim oleh negara lain dan melindungi dari kepunahan karena perkembangan jaman yang sudah modern.

loading...
Kemanapun tujuan liburan Anda, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di otiketindonesia.com. Jika artikel ini bermanfaat untuk Anda, jangan lupa subscribe dan share ke teman-teman Anda.