Tarian Tradisional Dari Bali Yang Paling Populer

Tarian Tradisional Bali

Tarian Tradisional Bali – Siapa yang tidak kenal dengan Bali atau yang sering disebut dengan Pulau dewata? Bali merupakan suatu daerah yang memiliki keindahan yang luar biasa dan sudah terkenal di seluruh dunia dengan ciri khasnya juga dengan seni budayanya. Bahkan 11/6/2016 lalu Tiga genre tarian tradisional Bali ditetapkan menjadi warisan budaya dunia yang termasuk dalam daftar Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda, UNESCO.

Bila budaya terus di pelihara maka generasi penerus yang akan datang akan tetap mengenal peninggalan dari nenek moyang kita. Bali sangat teguh untuk tetap menjalankan budaya khas mereka walaupun jaman sudah modern tradisi tetap terjaga dengan baik.

Tarian Tradisional termasuk warisan budaya dari nenek moyang yang harus kita kembangkan dan kita jaga. Bali terkenal dengan tari kecak yang dilakukan oleh banyak laki laki dalam upacara tradisional. Mari kita simak tarian tradisional bali apa saja yang bisa kita ketahui di pulau Bali.

1. Tarian Kecak

Tarian Tradisional Bali
Tari Kecak Bali

Tarian Kecak lahir pada tahun 1930 dan di mainkan oleh banyak laki laki yang mengitari para penari dengan tangan di julurkan keatas dan berkata ” cak ” secara serempak. Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana

2. Tarian Jauk

Tarian Tradisional Bali
Tarian jeuk Bali

Tarian Jauk sangat improvisasi dan di pentaskan dalam tarian drama. Ciri khas tarian ini adalah penarinya menggunakan topeng dengan memakai sarung tangan yang kukunya panjang. Inspirasi dari rahwana atau bima. Mata yang melotot mengambarkan orang yang jahat, angkuh dan sombong. Tarian Jauk dibedakan menjadi dua. Yang pertama diberi nama Jauk Keras, gerakan tarinya semakin bringas dan alunan musiknya juga cepat, ada pakem tersendiri. Topeng yang digunakan berwarna merah yang menggambarkan kesombongan, angkuh, jahat dll. Kedua diberi nama Jauk Manis, gerakan tarinya lebih lembut dan berwibawa, tidak ada perbedaan dalam hal pakaian hanya topeng saja berwarna putih.

3. Tarian Pendet

Tarian Tradisional Bali
Tarian Pendet Bali

Pada awalnya Tarian Pendet di khususnya untuk tarian agama hindu dan di pentaskan di pura, Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat laun tarian ini semakin terkenal dan dijadikan tarian penyambutan atau selamat datang bagi tamu penting. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi (? – 1967). Tarian ini bisa dilakukan oleh siapa saja baik wanita dewasa ataupun anak kecil. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara

4. Tari Siwa Nataraja

Tarian Tradisional Bali
Tari Ciwa Nataraja Bali

Tarian ini terinspirasi dari dewa siwa sebagai penari tertinggi atau dewanya penari. Tarian siwa menimbulkan efek dunia ini menjadi teratur dan indah.  Alam semesta tercipta dari pacaran tenaga yang prima dan kemudian menyatu yang dilakukan oleh siwa.Tarian ini dimainkan oleh sembilan penari putri yang satu di ibaratkan sebagai siwa dan 8 lainya adalah pancaran tenaga prima siwa. Tarian siwa di peruntukkan untuk menghormati dewa siwa sebagai dewa tertinggi

5. Tarian Baris Tunggal

Tarian Tradisional Bali
Tarian Baris Bali

Tarian Baris Tunggal adalah salah satu tarian wajib yang dilakukan oleh umat hindu ketika melakukan upacara keagamaan. Walaupun fungsinya sebagai pelengkap tetapi memiliki tujuan untuk membuktikan kedewasaan seseorang dari segi jasmani. Sosok kepahlawanan menjadi inspirasi tarian ini, menunjukkan kesatria yang siap untuk berperang, dalam tarian ini penari mahir dapat memainkan senjata perang. Dalam tarian ini penari menggunakan baju khusus  yaitu penutup kepalanya bebebtuk kerucut, dan penutup badannya terdiri dari baju panjang serta hiasan kain – kain kecil panjang yaitu awir dan lelamakan.

Tari baris tunggal merupakan tarian sakral yang digunakan pada saat Upacara Pitra Yadnya yaitu Karya mamukur, dimana disini tari baris tunggal berfungsi sebagai sarana penghatur punia atau persembahan bagi para leluhur yang dihantarkan dengan mantra-mantra suci Sulinggih dan alunan gamelan pengiring tari baris tunggal itu sendiri.

Masih banyak Tarian Tradisional yang ada di Pulau Bali, keunikan tarian setiap daerah memang berbeda beda apalagi memiliki adat dan tata cara yang berbeda maka dalam membuat tarian akan berpengaruh. Tarian Tradisional Bali

Save

Save

Save