Banda Neira, Surga Dari Timur yang Indah dan Bersejarah

Banda Neira, Surga Dari Timur yang Indah dan Bersejarah

Setiap pulau yang ada di Indonesia selalu memiliki pesona yang menggoda untuk dikunjungi. Menjelajahi setiap jengkal negeri ini pun jadi mimpi yang ingin dicapai oleh banyak traveller. Tapi Indonesia adalah negeri yang sangat besar. Sangking luasnya wilayah Indonesia, banyak tempat-tempat menarik dengan pemandangan luar biasa yang tidak terlalu banyak di kenal orang.

Banda Neira adalah salah satunya. Bagi pecinta musik indie, nama Banda Neira mungkin lebih akrab di telinga sebagai salah satu grup musik. Maklum saja, tempat yang kaya akan pemandangan alam menarik dan sejarah Indonesia yang satu ini letaknya cukup jauh dari Jakarta atau kota besar lainnya. Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah.

Padahal Banda Neira merupakan tempat yang terkenal di era pendudukan asing di Indonesia pada jaman dahulu. Ini karena Banda Neira berada di lokasi strategis untuk melakukan perdagangan lintas negara. Selain itu, Kepulauan Banda juga memiliki rempah-rempah yang berlimpah seperti pala yang jadi pruduk pertanian incaran negara-negara asing.

Mengingat begitu besarnya nilai sejarah yang ada di pulau ini, maka kegiatan pertama yang harus dilakukan saat liburan ke sini adalah wisata sejarah. Di Banda Neira, ada banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan VOC dan Portugis.

Pertama ada Benteng Belgica. Karya arsitektur ini dibuat oleh bangsa Portugis pada abad ke 16. Beberapa waktu berselang, Belanda pun mengambil alih benteng ini dan menamainya dengan Fort Belgica. Bangunan ini pun jadi benteng pertahanan lainnya yang ada di Banda Neira selain Benteng Nassau. Di era VOC, benteng ini jadi saksi bisu penderitaan masyarakat Banda yang wilayahnya dikuasai orang asing. Fort Belgica pun difungsikan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda sekaligus untuk memantau lalu lintas kapal dagang.

Bangunan penuh sejarah ini sekarang masih eksis dan jadi salah satu aset pariwisata di Banda Neira. Bangunannya yang menyerupai bangunan-bangunan kuno di Eropa menarik banyak orang untuk berfoto di sana. Selain itu, pemandangan alam yang terlihat dari atas benteng Belgica pun sangat indah. Pengunjung bisa belajar sejarah sambil melihat perairan Banda yang epic, daratan di Kepulauan Banda yang hijau, dan melihat indahnya matahari terbenam. Menariknya, benteng ini terlihat menyerupai bentuk gedung Pentagon di Amerika Serikat jika dilihat dari atas. Makanya, banyak yang menyebut benteng ini sebagai ‘The Indonesian Pentagon’.

Di Banda Neira juga ada rumah yang pernah dijadikan tempat pengasingan Bung Hatta. Singkat cerita, bung Hatta adalah sosok yang aktif dalam pergerakan politik bersama organisasi PNI yang diketuai Sutan Syahrir. Pergerakan-pergerakan yang dilakukan Bung Hatta bersama PNI pun mendapat atensi lebih dari pemerintah Belanda. Mereka pun akhirnya di asingkan ke kawasan terpencil Digul, di Papua sebelum akhirnya dipindahkan ke Banda Neira dua tahun kemudian. Di sini, bung Hatta dan Sutan Syahrir banyak melakukan aktifitas bersama masyarakat setempat. Hebatnya, dia pun masih sempat menjadikan rumah pengasingannya sebagai tempat untuk mengajar masyarakat.

Di rumah yang sekarang beralih fungsi menjadi Museum Pengasingan Bung Hatta ini, ada banyak benda-benda peninggalan masa lampau seperti papan tulis, foto, hingga mesin tik. Rumah ini sudah pasti cocok sekali buat traveller yang menyukai foto dengan konsep vintage.

Kedua bangunan tersebut hanya sebagian kecil dari sejarah perjuangan Indonesia di jaman penjajahan. Masih banyak bangunan lain yang bisa dikunjungi untuk menambah referensi kita tentang sejarah Indonesia seperti gereja tua Hollandische Kerk yang pernah hancur akibat gempa bumi, dan Rumah Budaya Banda Neira yang berisi barang-barang peninggalan Belanda.

Selain kaya sejarah, Banda Neira juga punya pamandangan alam yang sangat indah. Untuk membuktikannya, kamu bisa pergi ke gunung api Banda sekaligus pulau vulkanis yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari dermaga Banda Neira. Di gunung api tersebut, kamu bisa melihat gugusan kepulauan Banda yang eksotis. Waktu terbaik untuk pergi ke gunung ini adalah saat sebelum fajar agar tidak kepanasaan karena suhu rata-rata di Banda Neira saat siang hari tergolong panas.

Keindahan Banda Neira juga bisa dinikmati dari bawah laut. Banda Neira memiliki spot menyelam yang sangat menawan. Di sini, terdapat berbagai terumbu karang lengkap dengan ikan-ikan kecil yang bernenag di dekatnya. Menariknya, karang-karang tersebut berkembang akibat letusan gunung api pada tahun 1988.

Untuk sampai Ke Banda Neira, kamu bisa pilih maskapai perbangan murah seperti Lion Air. Selanjutnya, kamu tinggal mencari penyebrangan ke kepualauan Banda melalui pelabuhan Tulehu. Namun, pastikan kamu membeli tiket Lion Air pada hari saat kapal penyebrangan menuju Banda Neira sedang beroperasi, karena penhyebrangan ke Banda Neira tidak dilakukan setiap hari.

Untuk mendapatkan penerbangan ke Ambon dengan harga yang lebih murah, cek tiket pesawat di Reservasi.com dari sekarang sebelum kehabisan.